Senin, 15 Juni 2015

SATWA PL SMPN 4 TANGSEL

Satwa PL merupakan organisasi yang berkepanjangan (Satuan siswa peduli lingkungan). Hanya organisasi kecil. Tapi semoga manfaatnya besar bagi lingkungan SMPN 4 TANGSEL. Kami membuat ini karena merasa prihatin dengan kebersihan lingkungan sekolah kami. Sebagai sekolah percontohan, kami seharusnya memiliki lingkungan yang tejaga dan bisa memanfaatkan sampah kembali. Tercetusnya ide ini dari datangnya juri penilai kebersihan dan pemilihan sampah sekolah dari dinas kebersihan kota Tangsel. Mereka mengatakan bahwa kebersihan sekolah dan pemilihan sampah di sekolah kami hanya mendapat nilai 70. Karena itu, kami ingin menimbulkan kesadaran pada seluruh warga sekolah untuk tetap menjaga kebersihan sekolah, juga memisahkan sampah agar dapat dimanfaatkan kembali. Maka dari itu, saya mengajak teman-teman sekolah untuk mengikuti organisasi yang baru seumur jagung ini.

Minggu, 14 Juni 2015

Program Satwa PL 4ts

Tujuan utama kami adalah untuk menyadarkan siswa/i SMPN 4 Tangsel betapa pentingnya kebersihan. Jadi, kami memiliki program sementara, yaitu :
1.Pengecekan kebersihan kelas
2.Pengecekan pemilihan sampah kelas
Taung sampah organik dan non organik          Sumber:distributorindustripertanian.com
 Kami selalu memeriksa isi setiap taung sampah yang ada di sekolah. Karena, tiap kategori sampah memiliki manfaat yang berbeda. Organik bisa digiling menjadi kompos. Non organik bisa didaur ulang. 




3. Pemanfaatan kembali sampah
Sampah bisa kembali dimanfaatkan. Sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos. Cara membuatnya pun mudah.

a. Buatlah bak pengomposan dari bak semen. Dasar bak cekung dan melekuk di bagian tengahnya. Buat lubang pada salah satu sisi bak agar cairan yang dihasilkan dapat tertampung dan dimanfaatkan.
b. Atau buatlah bak pengomposan dengan menggali tanah ukuran 2,5 x 1 x 1 m (panjang x lebar x tinggi). Tapi hasilnya kurang sempurna dan kompos yang dihasilkan berair dan lunak.
c. Aduk semua bahan menjadi satu kecuali abu. Masukkan ke dalam bak pengomposan setinggi 1 meter, tanpa dipadatkan supaya mikroorganisme aerob dapat berkembang dengan baik. Kemudian taburi bagian atas tumpukan bahan tadi dengan abu.
d. Untuk menandai apakah proses pengomposan berlangsung dengan balk, perhatikan suhu udara dalam campuran bahan. Pengomposan yang baik akan meningkatkan suhu dengan pesat selama 4 – 5 hari, lalu segera menurun lagi.
e. Tampunglah cairan yang keluar dari bak semen. Siram ke permukaan campuran bahan untuk meningkatkan kadar nitrogen dan mempercepat proses pengomposan.
f. 2 – 3 minggu kemudian, balik-balik bahan kompos setiap minggu. Setelah 2 -3 bulan kompos sudah cukup matang.
g. Jemur kompos sebelum digunakan hingga kadar airnya kira-kira 50 -60 % saja.
h. Kalau di daerah kita tidak tersedia kulit buah kopi, cara ke II dapat diadaptasi dengan menggantikan kulit buah kopi dengan hijauan seperti Iamtoro ataulainnya.

Pupuk kompos                                 Sumber:  sheentin.com
                              
 Selain itu, ada pula sampah non organik. Dapat diubah menjadi berbagai kerajinan.















4.Penggilingan sampah
Kita dapat memanfaatkan daun-daun kering menjadi pupuk. Contohnya dengan menggilingnya
Mesin penggiling sampah organik berupa daun

Sumber: kencanabandung.indonetwork.co.id

Jumat, 12 Juni 2015

Tujuan dari pembentukan Satwa PL di SMPN 4 KOTA TANGSEL

Tujuan kami yang pertama adalah menimbulkan rasa peduli pada masyarakat sekolah akan :
1. Kebersihan sekolah
2.Kerapian sekolah
3.Pemilihan sampah di sekolah
4.Pemanfaatan kembali sampah
Kami di sini mengajak teman-teman SMPN 4 TANGSEL untuk peduli dan mengikuti organisasi lingkungan ini